Impeller BCP
Pengertian Impeller BCP
Impeller pada BCP (Progressive Cavity Pump) sebenarnya lebih tepat disebut rotor, yaitu komponen berputar berbentuk ulir (heliks) yang bekerja bersama stator untuk memindahkan fluida. Tidak seperti pompa sentrifugal yang memakai impeller berbentuk kipas, BCP menggunakan prinsip perpindahan positif.
Prinsip Kerja
Rotor (impeller BCP) berputar di dalam stator yang berbentuk ulir ganda (double helix elastomer). Saat rotor berputar:
- Terbentuk rongga-rongga (cavity) tertutup
- Rongga ini bergerak dari sisi inlet ke outlet
- Fluida terdorong secara kontinu tanpa turbulensi tinggi
Keunggulan utama:
- Aliran stabil (low pulsation)
- Cocok untuk fluida kental, abrasif, atau mengandung padatan
Fungsi Impeller (Rotor) dalam BCP
- Menghasilkan gerakan fluida melalui cavity
- Menentukan kapasitas aliran (flow rate)
- Mempengaruhi efisiensi pompa
- Menyesuaikan dengan viskositas fluida
Kelebihan Impeller BCP
- Mampu menangani fluida viskos tinggi (misalnya minyak berat)
- Tidak merusak struktur fluida (shear rendah)
- Efisiensi tinggi pada tekanan konstan
- Bisa memompa fluida dengan gas atau pasir
Kekurangan
- Sensitif terhadap dry run (tanpa fluida)
- Stator cepat aus jika kondisi tidak ideal
- Biaya perawatan relatif tinggi
Kesimpulan
Impeller BCP (rotor) adalah komponen vital dalam pompa progressive cavity yang memungkinkan pemompaan fluida kental secara efisien dan stabil. Desainnya yang unik membuatnya unggul dibanding pompa konvensional dalam kondisi tertentu.
Kunjungi Tokopedia Kita atau langsung chat Whatsapp kami.
“Baca Juga” Water Pump BC-8000, Water Pump BCP-8000, Shaft / As BC, Tutup Pompa Keong

